Keputusan Ali Sadikin melegalkan judi dilandasi beberapa alasan. Pertama, kondisi keuangan Jakarta saat itu sangat terbatas. Dana yang dialokasikan oleh pemerintah pusat tidak cukup untuk membiayai berbagai proyek pembangunan dan layanan publik. Kedua, judi telah menjadi praktik umum di masyarakat, dan melegalkannya dianggap sebagai cara untuk mengontrol dan mengatur aktivitas tersebut. Ketiga, Ali Sadikin meyakini bahwa pajak dari perjudian dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi kas daerah.

Bentuk Perjudian yang Dilegalkan

Beberapa bentuk perjudian yang dilegalkan di era Ali Sadikin antara lain:

  • Kasino: Jakarta memiliki beberapa kasino ternama, seperti Kasino Sarinah, Jakarta Hilton, dan Copacabana. Kasino-kasino ini menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
  • Lotto: Lotto adalah judi tebak angka yang populer di kalangan masyarakat.
  • Pacuan Kuda: Pacuan kuda di Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas menjadi salah satu hiburan favorit warga Jakarta.

Dampak Legalisasi Judi

Kebijakan legalisasi judi membawa dampak positif dan negatif bagi Jakarta. https://159.223.66.135/

Dampak Positif:

  • Peningkatan Pendapatan Daerah: Pajak dari perjudian menjadi sumber pendapatan utama bagi Pemprov DKI Jakarta. Dana ini digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan, seperti jalan raya, sekolah, rumah sakit, dan taman.
  • Perkembangan Pariwisata: Kasino dan tempat perjudian lainnya menarik wisatawan lokal dan mancanegara, yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Jakarta.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Industri perjudian menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang, baik di kasino, tempat judi, maupun di sektor pendukung lainnya.

Dampak Negatif:

  • Masalah Sosial: Legalisasi judi dikhawatirkan dapat memicu berbagai masalah sosial, seperti perjudian kompulsif, kriminalitas, dan keretakan keluarga.
  • Penentangan dari Masyarakat: Banyak pihak yang menentang legalisasi judi karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral.
  • Ketergantungan pada Pendapatan Judi: Pemda DKI Jakarta menjadi sangat bergantung pada pendapatan dari judi, sehingga mengabaikan sumber pendapatan lain.